Back to homepage

BBIA Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia

BBIA sebagai calon Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia

 
Memasuki ASEAN Single Market dimana sektor pangan menjadi sektor yang akan dipercepat proses integrasinya dalam ASEAN Economic Community (AEC). Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan keamanan pangan di Indonesia dan persiapan menghadapi pasar bersama ASEAN, diperlukan peningkatan kapasitas dan kualitas laboratorium yang tersebar di seluruh Indonesia agar dapat mendukung kegiatan surveillance dan monitoring masalah keamanan pangan from farm to table. Hal ini mendasari pendirian Jejaring Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia (JLPPPI) untuk memadukan kemampuan seluruh laboratorium pengujian pangan dalam mendukung perdagangan pangan nasional, regional, maupun global.
BBIA sebagai salah satu instansi di bawah Kementerian Perindustrian termasuk salah satu laboratorium yang diusulkan untuk menjadi Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia (LRPPI) dengan ruang lingkup parameter pengujian logam berat dan mikotoksin pada bahan baku dan bahan antara pangan. Saat ini BBIA sedang dalam persiapan on site visit oleh Tim Pakar JLPPI yang akan dilaksanakan tanggal 4 Juli 2018.
 
Lingkup Tugas LRPPI 

 1.

Sebagai penghubung antar institusi/organisasi nasional dalam membantu  permasalahan-permasalahan teknis yang berkaitan dengan pengujian pangan dan pengujian yang terkait pangan di Indonesia.
 2.   Memberikan bantuan teknis dan transfer ilmu pengetahuan kepada  laboratorium pangan dan  laboratorium yang terkait pangan di Indonesia. 

 3.

 

 

Membentuk jejaring dengan laboratorium-laboratorium rujukan regional dan internasional lain untuk pertukaran informasi teknis dan meningkatkan kerjasama (berhubungan dengan Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan ASEAN/AFRLs sesuai dengan bidang kompetensinya). 
 Tanggung Jawab LRPPI
 

 1. 

Sebagai penghubung antar institusi/organisasi nasional dalam membantu permasalahan-permasalahan teknis yang berkaitan dengan pengujian pangan dan pengujian yang terkait pangan di Indonesia sesuai dengan lingkupnya.

 2.

Merekomendasikan metode analisis baru untuk digunakan oleh Laboratorium Pengujian Pangan (Food Testing Laboratories) di Indonesia. 

 3.

Menyelenggarakan/mengkoordinir penyelenggaraan  uji profisiensi (UP) atau uji banding antar laboratorium di tingkat nasional serta memberikan informasi berkaitan dengan uji profisiensi atau uji banding antar laboratorium yang diselenggarakan oleh organisasi-organisasi lain yang relevan.
 4. Apabila diperlukan, menyelenggarakan pelatihan untuk bidang keahlian yang spesifik (Profil Pelatihan Lab Rujukan )

 5.

Berdasarkan permintaan, memberikan informasi tentang ketersediaan laboratorium pengujian pangan dan laboratorium pengujian yang terkait pangan di Indonesia sesuai dengan lingkupnya masing-masing (list terlampir)

 6.

Menjadi sumber informasi untuk Bahan Acuan Bersertifikat (Certified Reference Materials/CRMs) atau Bahan Pembanding (Reference Materials/RMs). 

 7.

Berdasarkan permintaan, memberikan pelayanan sebagai laboratorium rujukan apabila terjadi perselisihan akibat hasil pengujian (SOP terlampir )

 8.

Memberikan bantuan teknis kepada laboratorium pengujian pangan dan laboratorium pengujian lainnya di Indonesia 
    • Menyelenggarakan pelatihan mengenai metode analisis sesuai dengan    lingkupnya. 
    • Membentuk jejaring dengan laboratorium-laboratorium rujukan regional dan internasional lainnya untuk pertukaran informasi teknis dan peningkatan kerjasama.