Perkuat Daya Saing Sektor Agro, Kemenperin Diseminasi Hasil Litbang BBIA

Balai Besar Industri Agro 29 Nov 2017, 08:03:17 WIB

Perkuat Daya Saing Sektor Agro, Kemenperin Diseminasi Hasil Litbang BBIA

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) diseminasikan hasil penelitian dan pengembangan (litbang) terapan Balai Besar Industri Agro (BBIA), Kementerian Perindustrian, di Bogor, Senin (27/11). “Sesuai dengan tugas dan fungsinya, balai litbang yang berada dibawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) berperan aktif melaksanakan alih teknologi hasil litbang kepada industri pengguna” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), Kementerian Perindustrian RI, Ngakan Timur Antara dalam sambutannya.
Agar mampu bersaing dari aspek harga, industri dalam negeri membutuhkan dukungan teknologi dalam rangka efisiensi. Sementara untuk bersaing dalam menciptakan produk yang lebih bervariasi, diperlukan dukungan kemampuan desain produk dan inovasi. Ngakan menuturkan, multiplier effect dari pengembangan industri akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan nasional.
Kepala Balai Besar Industri Agro (BBIA), Umar Habson, menambahkan bahwa untuk membangun sektor mamin (makanan dan minuman) kita perlu inovasi. BBIA adalah pusat riset agro industri di bawah kemenperin dan ditetapkan sebagai Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Nasional bidang hilirisasi produk agro oleh Kemenristekdikti pada tahun 2016 dan mendapatkan anugerah Prayoga Sala tahun 2017. BBIA akan terus berbenah meningkatkan kompetensi sebagai pusat riset dan juga penyedia jasa teknis unggulan untuk industri mamin seperti pengujian bromat, pengujian nutrisi dan kontaminan, uji profisiensi, dan pendugaan umur simpan produk agro.
“Kami ingin membantu industri dengan menyediakan litbang dan teknologi proses yang siap terap. BBIA rutin tiap tahun mendiseminasikan hasil inovasi pengembangan produk dan teknologi proses kepada industri”, ujar Umar. Tahun 2017 dilakukan dua kali, pertama, untuk pewarna alami pada temu bisnis bulan Juli dan kali ini untuk teknologi siap terap pangan berbasis tepung mocaf (modified cassava flour), cocoa butter subtitues (CBS) berbasis sawit untuk industri coklat, dan rancang bangun peralatan proses pengolahan holtikultura.
“BBIA juga sedang memfasilitasi ekspor produk ekstrak buah merah Papua ke pasar eropa. Teknologi proses dikembangkan oleh BBIA, kemudian didiseminasikan ke IKM di Papua untuk memproduksi. Saat ini masih dalam tahap registrasi ke badan regulasi pangan di Eropa sana. Harapannya kedepan produk tersebut bisa dipasarkan ke Eropa”, imbuhnya.
Uma

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook